Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan (Imam Syafi'i)

Sabtu, 12 Oktober 2024

Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin

Assalamualaikum..
Jurnal refleksi kali ini saya susun menggunakan model 4C (Connection, Challenge, Concept dan Change)

1. Connection
Modul 3.1  membekali seorang CGP untuk menjadi pemimpin yang dapat mengambil keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan dan etika. Keputusan yang diambil dapat menenetukan arah dan tujuan suatu lembaga dan menunjukkan nilai-nilai atau integritas lembaga sehingga memberikan kemajuan bagi mutu pendidikan.
Modul ini berkaitan dengan filosofi Ki Hajar Dewantara yang mengarahkan guru harus mampu memberikan teladan yang baik bagi pengambilan keputusan bagi murid dengan prinsip pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan dan berpihak pada murid.

2. Challenge
Alur merdeka pembelajaran modul 3.1 berada di tahap eksplorasi konsep yang memaparkan tentang pengambilan keputusan yang selaras dengan nilai-nilai kebajikan. Tantangannya adalah bagaimana guru penggerak menjalankan perannya sebagai pemimpin pembelajaran yang memegang teguh pada nilai-nilai kebajikan universal dalam mengambil keputsan yang baik berkaitan dengan bujukan moral atau dilema sosial.

3. Concept
Konsep materi dalam modul 3.1 menurut saya adalah
  • Bujukan moral adalah sebuah kondisi dimana seseorang harus memilih dan membuat keputusan antara benar dan salah. Jika keputusan yang diambil salah maka dapat dikatakan dia bermoral tidak baik.
  • Dilema etika adalah kondisi dimana seseorang harus memilih antara dua pilihan yang keduanya secara moral benar tapi saling bertentangan. Ini adalah saatnya kita membuat keputusan diantara benar dan benar.
  • Secara umum ada pola, model atau paradigma yang terjadi pada situasi dilema etika antara lain individu lawan kelompok, rasa keadilan lawan rasa kasihan, kebenaran lawan kesetiaan dan jangka pendek lawan jangka panjang.
  • Tiga prinsip pengambilan keputusan antara lain berpikir berbasis hasil akhir, berpikir berbasis peraturan dan berpikir berbasis rasa perduli.
  • Sembilan langkah pengambilan dan pengujian keputusan antara lain mengenali nilai-nilai yang sering bertentangan, menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini, kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini, pengujian benar atau salah, pengujian paradigma benar lawan benar, melakukan prinsip resolusi, investigasi pilihan trilema, buat keputusan, lihat lagi keputusan dan refleksikan.
4. Change
Setelah mempelajari modul 3.1 saya berharap untuk dapat menjadi pemimpin pembelajaran dengan bekal paradigma, prinsip dan langkah pengujian dalam pengambilan keputusan sehingga nantinya akan menghasilkan kebijakan yang selaras dengan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara yaitu berpihak pada murid.
Keputusan yang diambil di sekolah akan merefleksikan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh sekolah sehingga menjadi rujukan bagi seluruh warga sekolah.

Demikian jurnal ini saya susun. Kritik dan saran bisa ditulis di kolom komentar.
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum 

Selasa, 08 Oktober 2024

Koneksi Antar Materi Modul 2.3 Coaching untuk Supervisi Akademik

PEMIKRAN REFLEKTIF
Pada modul 2.3 ini saya mempelajari tentang Supervisi Akademik yang bertujuan untuk pengembangan kompetensi dalam setiap diri pendidik di sekolah. Pendekatan yang digunakan adalah coaching yang memiliki 3 prinsip yaitu kemitraan, proses kreatif dan memaksimalkan potensi. Kompetensi inti coaching yang harus dimiliki diantaranya kehadiran penuh (presence), mendengarkan aktif dan mengajukan pertanyaan yang berbobot. Kegiatan coaching dilaksanakan menggunakan alur TIRTA yaitu tujuan, identifikasi, rencana aksi dan tanggung jawab.

Emosi yang dirasakan terkait dengan pengalaman belajar adalah merasa senang dan lebih percaya diri untuk menerapkan pendekatan coachng dalam supervisi. Namun, ada juga khawatir tentang kemampuan saya untuk sepenuhnya menguasai tekhnik-tekhnik coaching yang efektif.

Apa yang sudah baik berkaitan dengan keterlibatan dirinya dalam proses belajar yaitu saya telah berhasil menerapkan beberapa tekhnik coaching saat mempraktikkannya dalam ruan kolaborasi maupun demonstrasi konstektual dengan menggunakan alur TIRTA dan perinsip coaching yang baik saat saya berperan sebagai coach, coachee atau pengamat.

Apa yang perlu diperbaiki terkait dengan keterlibatan dirinya dalam proses belajar yaitu saya perlu meningkatkan kemampuan dalam merancang pertanyaan berbobot saat pelaksanaan coaching dan fokus sesuai alur TIRTA. Terkadang saya merasa percakapan coaching masih belum mencapai tujuan yang diharapkan.

Keterkaitan terhadap kompetensi dan kematangan diri pribadi yaitu materi ini sangat relevan dengan kompetensi saya sebagai pendidik dan pemimpin pembelajaran sehingga lebih efektif saat membantu memaksimalkan potensi peserta didik atau rekan sejawat.

ANALISIS UNTUK IMPLEMENTASI DALAM KONTEKS CGP
Memunculkan pertanyaan kritis yang berhubungan dengan konsep materi dan menggalinya lebih jauh. 
Cara terbaik untuk mengintegrasikan teknik coaching ke dalam rutinitas supervisi akademik yang sudah ada adalah dengan menggunakan alur TIRTA dalam setiap sesi. Mulai dari percakapan pra observasi untuk menetapkan tujuan, lakukan observasi dengan pendekatan non judgement dan akhiri dengan percakapan pascca observasi untuk refleksi serta perencanaan tindakan perbaikan, Konsistensi dan keterlibatan guru di setiap tahap akan meningkatkan efektifitas supervisi.

Mengolah materi yang dipelajari dengan pemikiran pribadi sehingga tergali wawasan baru. Saya mencoba mengolah materi yagn dipelajari dengan menyesuaikannya dengan konteks sekolah saya. Misalnya menggunakan sesi coaching singkat yang fokus pada tujuan spesifik yang ingin dicapai oleh guru.

Menganalisis tantangan yagn sesuai dengan konteks asal CGP. Tantangan terbesar adalah waktu yang terbatas dan beban kerja yang tinggi, yang bisa menghambat pelaksanaan coachin secara rutin, selain itu ada juga tantangan dalam memastikan semua guru terbuak dan siap menerima pendekatan coaching.

Memunculkan alternatif solusi terhadap tantangan yang diidentifikasi sebagia solusi saya bisa mulai dengan sesi coaching yang lebih singkat dan fokus pada tujuan. Saya juga dapat mengintegrasikan coaching ke dalam pertemuan atau kegiatan lain yang sudah ada untuk menghemat waktu dan sumber daya.

MEMBUAT KETERHUBUNGAN 
Pengalaman masa lalu
Saya pernah disupervisi oleh kepala sekolah tetapi kegiatan tersebut hanya sekedar memenuhi kewajiban tanpa memahami makna supervisi yang sebenarnya. Supervisi akademik dilakukan hanya saat kepala sekolah mengobservasi kelas, tanpa kegiatan pra observasi dan pasca observasi sehingga hasilnya hanya sebatas penilaian guru saja.

Penerapan di masa mendatang
Harapan penerapan supervisi akademik di masa mendatang adalah agar proses ini dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan, Ini termasuk tahap pra observasi, observasi dan pasca observasi. Dengan pendekatan coaching yang berfokus pada kemitraan , proses kreatif dan memaksimalkan potensi diharapkan supervisi dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi pengembangan kompetensi guru. Melalui supervisi yang bermakna, guru akan mendapatkan umpan balik yang konstruktif dan relevan, sehingga dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpihak pada murid.

Konsep atau praktik baik yang dilakukan dari modul lain yang telah dipelajari 
Dalam modul 2.1 tentang pembelajaran berdiferensiasi saya mempelajari tentang pentingnya mengenali dan memenuhi kebutuhan belajar individual setiap siswa. Sementara pada modul 2.2 tentang pembelajaran sosial emosional mengajarkan pentingnya mengembangkan keterampilan sosial dan emosional siswa sebagai bagian dari pembelajaran holistik. Dengan menggabungkan konsep dari modul 2.1 dan 2.2 coaching dalam supervisi akademik menjadi lebih komprehensif, mengembangkan keterampilan coaching yang berferensiasi dan memperhatikan aspek sosial emosional mitra. Hal ini dapat menghasilakn situasi yang lebih inklusif dan suportif, serta memperkuat hasil coaching secara maksimal.

Informasi yang didapat dair orang atau sumber lain di luar bahan ajar PGP
Saya juga mendapat banyak wawasan dari diskusi dengan rekan-rekan dan literatur tentang coaching yang memberaikan perspektif tambahan tentang tentang bagaimana mengatasi tantangan dalam supervisi akademik.

Terima kasih.




Total Tayangan Halaman